Rintih Bumantala
Karya: Safitri Rahma SariRintih sang bumantala tidak terdengar
Namun tangisnya mampu meluluhlantakkan akar kehidupan
Badainya terlalu akbar untuk makhluk sekecil kita
Menyisakan jerit yang lenyap tersapu derasnya hujan
Alam berduka saat itu
Meninggalkan hening yang teramat dingin
Menuntut tebusan atas dosa manusia yang membuatnya murka
Sebab, bukankah kita tidak pernah benar-benar mengeja hukumnya?
Ah, istirahat sejenak adalah apa yang ia dambakan
Kita sebagai sang fana, kini hanya bisa berbenah
Merajut hidup yang tidak lagi merugikan sang bumantala
Maka, berbagilah pelukan hangat untuknya
Karena sejatinya, alam dan manusia diciptakan untuk berdampingan.
Karanganyar, 12 September 2026