Gagu Di Hadapan Tawa
Karya: Rizqa Shadrina HusnaSuara merdu bermukim di rungu,
sabda indah dilontarkan tanpa ragu.
Aku tak benar-benar memasang telinga,
mataku kaku melihatnya riang gembira.
Seribu gerak terhenti seketika,
akal merangkai kata yang tak kunjung bermakna.
Ingin menyela, namun urung berkata,
sebab tawanya belum selesai kudamba.
Arah pupilku tertangkap basah,
kepala berpaling, berpura-pura tak gelisah.
Lucu juga, pikirku,
sejak kapan segaris ukiran senyumnya
sanggup melumpuhkan seluruh waras yang kupunya?
Barangkali tawa itu tidak istimewa,
hanya aku yang terlalu lama memandangnya,
hingga rasa menjelma prasasti di dadaku,
dan pulang membawa senyum yang bukan milikku.
Balikpapan, 15 September 2026