Rumah Air Mata
Karya: Rahmat Noor SaidDinding-dinding ini kian meninggi,
Aku tak bisa ke mana pergi.
Tidakkah kau kembali,
Sebelum aku dibakar sepi?
Aku tak tahu kabar mentari,
Malam atau pagi.
Peluklah aku jika kau kembali,
Pikiranku sudah terlalu sunyi.
Tangisku menunggu reda,
Tetapi sesal telah bertutur.
Namamu berkecamuk dalam kepala,
Padahal hanya engkau yang benar.
Redup sudah pikiranku,
Rusak pula tubuhku.
Relakah dirimu,
Melihatku tersedu?
Terpikir olehku kenangan suci,
Kau yang lihai merangkai,
Ternyata mati dalam janji.
Gorontalo, 10 September 2026