Nur Aliya Mufit Roc’atin - Sujud Sunyi Diambang Senja (OSN 3.8)

๐Ÿ“… 14 September

 Sujud Sunyi Diambang Senja

Karya: Nur Aliya Mufit Roc’atin


Di sudut kamar yang remang,
senja menyisakan jejak langkah perempuan tua.
Mukenanya yang pudar menyimpan wewangian
dan dingin air wudhu di lipatan kain.
Bagi ibu, sajadah lusuh itu
adalah tempat menumpahkan segala cemas dan lelah.
Di sepertiga malam, saat kita lelap,
ia bangkit, mengeja nama kita dalam helaan napasnya.
Kasihnya bekerja diam-diam,
seperti retak halus di telapak kaki yang tak pernah minta dibalas.
Di luar, kita sibuk mengejar riuk dunia,
lupa pada mata buram yang setia menatap jendela, menanti kita pulang.
Ibu tak pernah benar-benar mengeluh,
senyum tenangnya menutup rapat ringkih tubuh yang dimakan usia.
Waktu berjalan tanpa kompromi.
Garis keriput di pipinya adalah pengingat paling jujur,
bahwa esok tak pernah berjanji untuk selalu menyisakan keberadaannya.
Berbakti padanya tak cukup dengan selipan uang atau ucapan tahunan.
Melainkan duduk di sampingnya, mendengarkan kisahnya yang diulang,
serta menggenggam jemarinya dengan utuh.
Sebab kelak, saat ia tiada,
kita hanya akan merindukan bisikan tulus yang pernah menjaga langkah ini.


Tuban, 10 september 2026