Keheninganku
Karya: Ni kadek naila okta vianiDunia terlalu pahit... Mereka semua selalu menjadikanku pelampiasan. Aku tidak menangis, tetapi aku tenggelam dalam hening. Tangan-tangan mereka datang tanpa suara, perlahan merenggut senyum tulus dari bibirku.
Meninggalkan hampa yang meraba dada, merampas paksa cahaya yang masih bersinar.
Orang-orang yang tak paham selalu menjadi predator, dan aku sebagai mangsa empuk mereka. Dan pada akhirnya, aku hanya akan menjadi patung mati yang hampa, terus berjalan dengan langkah berat, di sepanjang waktu sampai akhir hidupku.
Bali, 10 September 2026