HIJAU DI ANTARA COKLAT
Karya: Naim AhsanIa terbang dengan air mata,
tertiup angin menari di antara daun-daun tua,
terjatuh sedih di kala angin sudah tak bersamanya,
terluka di atas tanah yang dingin.
Pohon yang dulu bersamanya,
berdiri kokoh seolah tiada mengenalnya.
Ia terjatuh di kala hijau,
kebingungan mengapa ia ada di sini,
tertiup ke sana kemari bagai tiada arti.
Diam, termangu, membisu.
Tangis sudah tiada artinya.
Bertanya mengapa hijau di antara coklat,
mengapa angin membawa dirinya pergi.
Ia hancur terkoyak,
terinjak kaki kecil yang berlari mengejar tangis ibunya, sementara ia pun menangis
tanpa pernah ada yang mendengarnya.
Hijau pun pergi,
tanpa pernah tahu mengapa ia ada di antara coklat,
dengan tangis yang mati di atas tanah yang dingin.
Lampung, 14 September 2026