Di Balik Kerasnya Tawa
Karya: Nadia Syauqiya El BannaAku pernah memilih tertawa
Ketika hatiku ingin menangis
Bukan karena aku kuat
Tetapi karena aku lelah
menjelaskan kepada dunia
Kenapa aku lemah
Aku sering melempar candaan paling keras
Walau aku tau, dunia juga keras
Tertawa seolah tidak terjadi apa-apa
Namun siapa sangka, dibalik tawa itu ada luka yang nyaris retak
Maka biarkan aku tertawa, meski sebentar, meski setelahnya aku harus kembali berhadapan dengan sunyi yang menyakitkan
Jadi,
jika dunia terlalu bising untuk mendengarkan tangismu.
Biarkan tawamu jadi jawabannya
Tegal, 13 September 2026