Sendu
Karya: Muhammad Fadhil Abdul IkhsanSemilir angin meniup debu,
menyapu lara yang menggendap.
Lorong itu sukar tembus cahaya,
tiada lentera sudi menumpuninya.
Kegelapan menyandang adikara,
menguasai tiap lekuk dan seluknya.
Tatkala mentari bertandang,
terpampang foto dalam figura.
Foto yang seakan menangis,
menjerit tak menggema,
berkelana menelusuri lorong,
memburu jejak yang sirna.
Renjana menyelimuti sendu,
mengoyaknya perlahan hingga tak bersisa.
Lantaran deburan air mengguyurnya,
membasuh segala kenangan yang tersisa,
hingga akhirnya...
ia sirna.
Tasikmalaya, 13 September 2026