Jejak reda dalam duka
Karya: Mega rezkia hartono putriDi balik sunyi malam yang pekat,
Ada luka tersimpan rapat,
Luruh menjadi tetes-tetes duka,
Membasahi pipi tanpa suara.
Setiap bulir yang jatuh perlahan,
Membawa sesak yang tak terhentikan,
Bukan sekadar air yang mengalir,
Tapi jeritan hati yang terukir.
Tangis ini bukan tanda menyerah,
Bukan pula jiwa yang telah pasrah,
Melainkan napas bagi dada yang sesak,
Lolos dari gundah yang terus mendesak.
Biar rahasia mengendap di balik mata,
Menyapu perih yang dulu bertakhta
Sebab dalam tiap usapan jari,
Ada janji untuk bangkit kembali.
Gugur sudah beban yang mengendap,
Meredakan badai yang sempat merayap,
Tangis pun perlahan menjadi reda,
Menyisa ketenangan di dalam dada.
Bandung,14 september 2026