Si Bungsu Yang Menyimpan Segala Luka
Karya: khusnul khotimahAku lahir paling akhir
dulu aku paling disayang, paling diperhatikan.
Namun semua berubah seiring waktu
aku tumbuh menanggung segala luka.
Si Bungsu yang paling tahu segalanya
masalah orang tua, perselisihan kakak,
semua jatuh ke pundakku.
Kakak bilang aku selalu dituruti,
aku yang paling beruntung
padahal setelah tumbuh,
suaraku jarang didengar
Aku berlari mengejar waktu,
sebelum orang tua pergi untuk selamanya.
Aku paling pintar menyembunyikan kesedihan
ketika ditanya, pasti kujawab: “tidak apa-apa.”
Daripada bercerita panjang lebar
lalu disuruh sabar.
Aku hanya butuh ketenangan,
rumah bercerita untuk pulang
di mana aku benar-benar didengar.
Tapi tak kutemukan.
Si Bungsu bukan yang paling mudah,
bukan yang paling beruntung
hanya yang paling pandai menyembunyikan luka,
dan paling lama bertahan.
Pemalang, 13 September 2926