inayah - Elegi Air mata (OSN 3.8)

📅 14 September

 Elegi Air mata

Karya: inayah




Pada malam yang kehilangan bintangnya,
aku mendengar kesunyian
menyebut namaku dengan lirih.
Barangkali ia memahami—
ada sesuatu di dalam dadaku
yang telah lama ingin pulang,
namun tak kunjung menemukan jalan.

Maka jatuhlah air mata,
satu demi satu,
laksana embun yang kehilangan pagi.
Ia tidak memohon belas kasihan,
tidak pula menuntut langit
mengembalikan apa yang telah direnggut waktu.

Tangis hanyalah bahasa
yang lahir ketika kata-kata telah menjadi abu.
Ia mengalir dari mata,
namun sesungguhnya
berasal dari ruang
yang tak pernah tersentuh tangan manusia.

Aku menangis bukan karena dunia terlalu kejam,
melainkan karena pernah ada harapan
yang begitu lembut,
hingga kepergiannya
meninggalkan gema di setiap sudut jiwa.

Di antara reruntuhan kenangan,
kupungut kembali serpihan diriku.
Kubiarkan luka menjadi aksara,
dan air mata menjadi tintanya—
agar kelak,
ketika waktu membaca kembali kisah ini,
ia mengetahui nya

pernah ada hati
yang hampir karam dalam dukanya,
namun memilih menjadi laut—
menampung seluruh kesedihan,
lalu perlahan
belajar memantulkan cahaya.

Sebab bahkan tangis
memiliki musimnya sendiri.
Dan setelah hujan yang terpanjang,
barangkali akan tumbuh
sepasang mata
yang tak lagi gentar
menatap fajar.


Perawang, 14 September 2026