Tangis yang Tak Bernama
Karya: Ghiyats Aqdas AbdullahTangis adalah bahasa resapan yang lahir dari kata-kata yang telah kehilangan keberanian.
Ia tidak sekadar jatuh dari mata, melainkan tersiar dari celah jiwa yang terlalu lama terbungkam.
Ada tangis yang tak bersuara, bersemayam di balik tawa
seperti bara yang memilih menjadi abu dan aku yang memilih untuk ragu.
Barangkali manusia memang demikian, menimbun segala yang ingin dikatakan, lalu menyebut diam sebagai kedewasaan.
Padahal, di kedalaman yang tak tersentuh, ada sesuatu yang perlahan karam tanpa pernah sempat meminta pertolongan.
Maka menangislah.
Bukan sebagai tanda kalah, melainkan sebagai cara paling purba bagi hati yang mengembalikan dirinya kepada dirinya sendiri.
Semarang, 9 September 2026