Ruang yang Berisi Tangis
Karya: Fania TrihanisapanaRuang yang berisi tangis,
rindu yang mengiris,
siapakah yang menangis?
Oh, seorang wanita yang berlalu lalang, mengapa engkau terlihat malang?
Apakah karena peran ayahmu yang hilang?
Tapi sebentar, apa sebenarnya peran seorang ayah?
Bukankah bagiku ia telah lama musnah?
Aku menangis seperti tertusuk panah,
luka yang tak kunjung kering, terus mengeluarkan nanah.
Apakah peran ayah hanya sekadar bayang,
yang datang sebentar lalu menghilang,
meninggalkan luka yang enggan pulang,
membekas dalam diam, dalam sunyi yang panjang?
Namun, biarkan tangisan ini jadi yang terakhir kali, sebab luka boleh membekas, tapi tak boleh mengunci diri,
bukankah sampai hari ini aku masih mampu berdiri,
tanpa peran ayah yang dahulu pergi?
Maka, biarkan air mata ini menjadi penutup hari, bukan titik jatuh, melainkan awal untuk kembali berlari.
Bandung, 10 September 2026