Bahasa Air Mata
Karya: Dini IndrianiMalam menurunkan hujan,
Langit menangis tanpa suara.
Aku pun menatap jendela,
Membiarkan air memburamkan buana
Dan menyembunyikan air mata.
Saat kata tak lagi bermakna,
Air mata memilih bicara.
Mengalir membawa segala rasa
Yang telah lama kusimpan dalam diam.
Kau yang menghadirkan tawa,
Ketika hati menemukan bahagia.
Kau pula yang menurunkan air mata,
Ketika jiwa tak mampu berkata.
Maka biarlah tangis ini ada,
Jatuh perlahan tanpa suara.
Membawa harap dan rindu
Yang terus mengendap dalam dada.
Tak semua tangis itu duka
Atau rasa yang menanggung kecewa.
Ia hanya sebuah bahasa
Dari hati yang ingin kembali kepada-Nya.
Jika esok hujan telah reda,
Biarlah jejaknya tertinggal di kaca.
Setelah tangis yang panjang,
Selalu ada ruang bagi hati untuk kembali tenang.
Cimahi, 12 September 2026