menopang rindu
Karya: Dias Arendidi sudut malam yang diam,
aku duduk dengan tangisku sendiri
air mata jatuh, bukan karena lemah
tapi karena rindu terlalu berat untuk kupikul sendiri
kau tak di sini
namamu kugenggam dalam doa
suaramu kusimpan di antara hela nafas
dan setiap sepi, kau hadir tanpa suara
aku belajar menopang rindu
dengan dada yang sering retak
dengan senyum yang kupaksa utuh
agar orang tak tahu seberapa dalam aku merindukanmu
tangis ini bukan protes
hanya cara tubuhku bilang
aku rindu
aku masih menunggu
aku masih mencintaimu dengan cara yang sama
jika rindu adalah hujan
biarlah aku basah
asal namamu tetap hangat
di telapak tanganku yang gemetar
semarang, 1 september 2026