Serpih Riang di Rusuk Senja
Karya: Dea Aniela Belvana PutriAda sesuatu yang pecah
di antara bibirmu—
ringan seperti cahaya,
namun meretakkan sunyi alam semesta.
Ia melompat ke udara,
mengejar angin yang berlari,
mengusik rambut senja,
lalu bersarang di dada
yang lama kehilangan seri.
Bunyinya sederhana,
tetapi mampu mengusir mendung
dari langit yang paling muram.
Sesaat, segala kelam
lupa bagaimana caranya tenggelam.
Lalu biarkan ia terbang,
menabrak dinding-dinding kelam,
sebab ada bahagia yang memang diciptakan
bukan untuk diam,
melainkan untuk pecah—
dan menghidupkan yang hampir padam.
Jangan kau jinakkan cahaya itu.
Biarkan ia liar,
membakar sepi,
menggigit malam,
merobek segala duka
yang merasa berhak tinggal di sana.
Sebab ketika dunia menjadi terlalu dingin,
lengkung kecil di bibirmu
cukup menyalakan pagi.
Hati yang lama membeku
akhirnya mengerti:
bahagia kadang hanya perlu
satu alasan untuk kembali.
Surakarta, 1 September 2026