Tempat Pulang yang Tak Pernah Ada
Karya: Cintya dwi putriIbu, belum sempat kumerasakan kasih sayangmu,
takdir merenggutmu tatkala usiaku baru hitungan bulan.
Menjadi gadis kecil yang pendiam, mengasingkan diri dari ramai dunia,
sebab aku butuh pelukanmu untuk mendengarkan setiap keluh kesahku.
Hati kecil ini menjerit hampa, rindu akan hangat yang tak pernah kuterima,
aku butuh sosokmu untuk menguatkanku di kala dunia terasa jahat.
Tuhan, izinkan aku merasakan hangat dekapan yang tak pernah ada,
agar aku tahu rasanya memiliki tempat pulang di dunia yang asing ini.
Ada banyak cerita yang ingin kubagikan, tapi ruanganku selalu hening,
menyimpan rapat-rapat semua perih tanpa tahu harus ke mana.
Lelah ini makin berat ketika tak ada kata peneduh dari bibirmu,
namamu selalu kusebut, walau ingatan tentangmu tak pernah ada.
Melihat foto kusammu, aku membayangkan hangat usapan tanganmu,
menatap matamu yang tenang, mencari kehangatan yang hilang,
sampai nanti di surga, Ibu, tempat aku akhirnya bisa memelukmu.
Pontianak, 11 september 2026