Tangis tiada saksi
Karya: Bunga Nur KarimahDikala malam,purnama bulan tak terlewat pun eluh menyapa...
Dikala riuh ramai,eluh enggan menampak
Bahkan,tawa pura-pura terlontar begitu sempurna nan menggelegar
Tanpa segan,tapi pasti.
Dikala sunyi menyapa,saat itulah hujan datang di kelopak manik mata
Tanpa titah,tanpa diminta
Tetesan demi tetesan membasahi...
Semakin ditahan,pelupuk mata tak bisa dibohongi...
Terdengar tiap gelak tawa,banyak kacau bersarang dibenak
Tak pernah nampak,tak pernah terdengar
Tapi tersimpan begitu dalam...
Tiada sesiapa yang tahu
Hari-hari bergulir,barulah tenang tampak menghampiri...
Namun,tak berlaku lama...
Agaknya tenang tak boleh dirasa,padahal hanya sesumat
Bahkan tenang tampak enggan menemani...
Enggan berteman jua...
Langkah tertatih,menopang riuh pikiran yang merendam dikepala
Terasa berat,namun mesti tegar
Hingga sampai pada alur yang indah...
Lelah ,letih,terbayar oleh kejutan bahagia yang menghampiri...
Lelah dahulu,bahagialah kemudian...
Selamanya tenang akan menetap
Menghampiri, menemani,dan akhirnya memeluk dengan erat.
Padang Sidempuan,15 September 2026