—Di Ujung Mimpi yang Kelam—
Karya: Annisa Dwi Fitriani—Di Ujung Mimpi yang Kelam—
Malam jatuhkan bayang dingin, saat duka menyusup di antara tidur yang resah.
Aku terbangun dengan dada sesak, memeluk mimpi buruk tentang napasmu yang tak lagi ada.
Dalam pekat bayangan, aku takut presensimu sirna ditelan waktu.
Tangis tak sanggup kutahan, menata ketakutan yang sangat nyata—kehilangan.
Namun jemarimu mendadak hadir merengkuh diamku, bisikan terima kasih: sebab masih ada yang meratapi kepergianmu.
Dekapan terasa hangat, sembuhkan luka yang baru digores di balik tengah malam.
Biarlah puspa gugur rayakan sepi, asal langkahmu tetap tampak di sisiku.
Mari kita tuntaskan kisah yang takkan membuat kita berpisah.
“Ingat aku di saat puspa berguguran, panggil aku—dan aku akan berada di sana. Sejauh apa pun dirimu.”
Cikarang, 12 September 2026