Kapal dan Tawa
Karya: Ahmad Bintan SuardikaSejak kecil aku tinggal
di perahu yang katanya
tahu ke mana akan berlabuh
Aku diajari tertawa
saat ombak datang
saat suara-suara
menunjuk arah
Katanya
penumpang yang baik
tak perlu bertanya
Cukup duduk
tersenyum
dan percaya
Maka aku tertawa
Hahahaha
betapa mudah hidup
jika arah milik orang lain
Aku tertawa ketika tersesat
Lucu juga
ternyata percaya
bisa terasa seperti bebas
Hingga suatu hari
aku menyadari kemudi
tidak ke mana
ditanganku
Aku terdiam
Lalu tertawa lagi
Bukan karena bahagia
melainkan karena baru kusadari
aku terlalu lama
menyalahkan mereka
padahal aku memilih diam
Kini perahu masih mengapung
Langit masih biru
Tak ada yang melarang
Hanya kemudi
yang terasa berat
Aku tertawa
Ternyata kebebasan
adalah kehilangan
alasan untuk menyalahkan
Semarang, 15 September 2026