Didekap Nestapa
Karya: Agustina Rahmah RomdhonaDetik berganti menit,
waktu berlalu bak fatamorgana.
Seakan malam tak kunjung usai,
kendati lara terus mendesak.
Raga masih berpijak di bentala,
namun jiwa seolah tenggelam,
dalam sagara sunyi yang kelabu.
Mendung menyusup perlahan,
netra tersamarkan kabut.
Sejenak, _varsha_ turun tanpa permisi.
Segalanya kini tertahan.
Sesak menyesak di rongga kalbu,
setiap lara yang terpendam rapat,
kini membuncah bagai bah.
Luruh lantak tangis dalam hening,
membasahi tiap nestapa yang mencekik.
Dan malam paling tahu,
setiap kelaraan dalam kemelut.
Banjar Patroman, 11 September 2026.