Karya: Zivanna Saskia Ramadhani
Aku menangis saat malam begitu sunyi,
saat dunia terlelap dan hanya Tuhan yang mendengar.
Air mata ini jatuh bukan karena menyerah,
melainkan karena rindu pada cita-cita yang belum tergapai.
Tangis ini lahir dari tumpukan buku dan tinta,
dari malam-malam begadang demi sebuah jawaban.
Aku belajar bahwa setiap soal sulit adalah ujian,
dan setiap air mata adalah doa yang sedang dipanjatkan.
Untuk negeri ini aku berusaha,
untuk almamater yang membesarkanku.
Tangis hari ini adalah bahan bakar semangat,
agar kelak aku bisa mengharumkan nama bangsa.
Ya Allah, kuatkan langkahku.
Jadikan tangis ini jalan menuju cahaya.
Karena aku percaya, setelah gelap pasti terbit terang,
dan setelah tangis pasti datang kemenangan..
Palembang, 26 Agustus 2026