Menanam Ulang Arah
Karya: Wafiqatun NabilahDahulu aku menanam mimpi di ladang asa,
kusiram dengan doa di setiap malam,
berangan-angan ia tumbuh setinggi langit,
berbuah manis di ujung penantian.
Namun badai datang tanpa izin,
merobohkan pohon yang belum berakar,
mimpi itu remuk, tersungkur di jalan,
menyisakan tanah retak dan hati yang nyeri.
Aku sempat berhenti di reruntuhan itu,
bertanya pada langit mengapa harus sekejam ini,
tetapi luka tidak selalu menjadi akhir,
ia dapat menjadi ladang bagi benih yang baru.
Dari tanah yang retak, aku menggali kembali,
menanam dengan akar yang lebih dalam,
tumbuh bukan karena tidak pernah gugur,
melainkan karena bangkit dari titik gugur.
Kini aku berdiri, meski tidak lagi sama,
namun lebih kuat dan berani menatap luka,
sebab dari tanah yang paling retak,
dapat tumbuh pohon yang teguh menjulang.
Sumenep, 30 Juni 2026