Tudung Tawa
Karya: Siti KhumairaDetik senja bergulir cepat,
Samudra tergesa menarik baskara.
Kasa hitam jatuh tak tertahan,
Membalut semesta dengan gelapnya.
Malam dengan redupnya bintang,
Mengembuskan napas perlahan.
Menerbangkan tudung tawa
yang menyembunyikan luka.
Bulir tangis pun luruh,
Jatuh tepat di atas permukaan lara.
Seolah air garam yang disiramkan,
Semakin perih sayatan ini kurasa.
Darah pun kini membeku,
Lantaran dingin kuat mencengkeram.
Luka ini seakan pulih, nyatanya hanya membatu.
Sakit ini seolah hilang, namun hanya mati sementara.
Kini lentera kecil kudekap erat,
Biarkan cahayanya menembus
ke dalam celah nadi,
Menghangatkan setiap luka yang tertahan,
Memberi rasa luang dalam jiwa.
Bogor, 27 Agustus 2026