Farah Mutya - Alamat yang Tak Lagi Dituju (OSN 3.8)

📅 27 Agustus
Alamat yang Tak Lagi Dituju
Karya: Farah Mutya


Malam menyimpan namamu di antara gerimis,
sementara aku masih mengeja percakapan
yang tak sempat kita tuntaskan.

Dulu, kau adalah rumah
bagi cerita-cerita kecil yang tak punya tempat.
Sahabat yang mengenal diamku,
sekaligus cinta pertama
yang tumbuh tanpa pernah kuminta.

Kini, kursi di sampingku hanya menyisakan sunyi.
Pesan-pesanmu membeku di layar,
seperti pintu yang tak lagi mengenal ketukan.

Aku datang membawa bunga,
tetapi pulang membawa kehilangan.
Tanah menutup tubuhmu,
namun tidak kenangan yang kautanam
diam-diam di dadaku.

Katanya, waktu akan menyembuhkan.
Namun, bagaimana mungkin aku sembuh,
jika separuh masa mudaku
ikut dikuburkan bersamamu?

Maka biarlah air mataku menjadi doa,
sebab hanya melalui tangis
aku masih bisa memelukmu.


Palu, 26 Agustus 2026