Neysa Alika Febian - "Monolog Sang Penghancur dan yang Dihancurkan" (OSN 3.7)

📅 22 Juli

Monolog Sang Penghancur dan yang Dihancurkan

Karya: Neysa Alika Febian


Telah berkali-kali aku menyaksikan orang lain berdiri mengangkang sekujur mimpiku.
Bukan karena ancaman ataupun kecaman mereka yang hidup bersamaku,
Namun, rasa hasad ini merajamku.
Seakan-akan aku hanyalah eksistensi kerdil yang patut dilenyapkan, memaksaku hanya mampu mematung didera kelu, dan menatap kekalahan yang kian menjelang.
Mimpiku telah luluh lantak olehnya, oleh diriku sendiri. Meskipun diriku adalah peran yang semestinya menegakkan khayalan kokoh yang tak mampu diruntuhkan.
Namun, yang terjadi justru sebaliknya.
Kini aku terperangkap di dalam labirin penyesalan yang kubuat sendiri. Menatap puing-puing harapan yang runtuh berserakan di bawah kaki.
Akulah penulis sekaligus penghancur dari seluruh takdirku, membiarkan sunyi menertawakan sisa-sisa kejayaan yang urung tercipta.
Kurenungi bahwa mahakarya terbaikku bukanlah mimpi yang terwujud, melainkan kehancuran total yang kusutradarai sendiri.
Selamat tinggal pada megah yang mati sebelum lahir.


Jakarta, 20 Juli 2026