Karya: Naura Yulia Harahap
Bangun dari mimpi,
mengingat ketakutan— ketakutan kelam yang pernah menghantuiku.
Mencekam, membunuh tekadku.
Senja menghilang tanpa arah, seperti mimpi yang pernah kuukir dan berakhir dalam misteri.
Setiap tetes air mata mengisi bak yang tak pernah penuh.
Namun keberanian tak pernah benar-benar padam.
Ia terus memanggilku, berbisik, "Aku harus bangkit."
Walau kegagalan terus mengejarku, aku tetap mencari ke mana langkah harus menuju.
Setiap usaha seolah berakhir sia-sia.
Andai mimpi ini tak pernah kuinginkan, takkan pernah kukejar.
Namun harapan telah memilih tinggal, meski perjuangan terasa begitu berat.
Aku tumbuh dari setiap luka, belajar dari setiap jatuh, dan bangkit dari setiap kehilangan.
Hingga akhirnya, luka bukan lagi penjara, melainkan pijakan.
Kegagalan bukan lagi akhir, melainkan awal untuk mencoba kembali.
Sampai suatu hari, Tuhan berkata, "Waktumu telah tiba."
Dan semua luka menjelma menjadi kisah tentang keberhasilan.
Note:Puisi ini adalah curahan hati saya,dari setiap perlombaan.Dimana hanya berakhir pada kegagalan dan akhirnya saya bangkit dan mencoba lagi.
Duri, 19 Juli 2026