Di Bawah Kulit Luka, Aku Menemukan Namaku
Karya: Intan darul KhairatDI BAWAH KULIT LUKA, AKU MENEMUKAN NAMAKU
Intan Darul Khairat
Orang-orang mengira
luka selalu berwarna merah.
Padahal,
ia lebih sering tinggal
di balik senyum
yang tak sempat runtuh,
atau doa-doa
yang pulang
dengan telapak kosong.
Aku pernah menjadi rumah
yang lupa
ke mana harus memanggil pulang.
Namun bumi
tak pernah menolak hujan.
Meski berkali-kali dibelah banjir,
ia tetap menyimpan benih
yang diam-diam
mengingat musim.
Sejak itu
kupungut diriku,
sepotong
demi sepotong,
hingga cermin
tak lagi memantulkan
orang asing.
Luka
tak pernah menjelaskan
mengapa ia datang.
Ia hanya tinggal,
pelan,
di bawah kulit,
hingga aku sadar
ada sesuatu
yang diam-diam
bertumbuh:
bukan keberanian,
bukan pula lupa,
melainkan
namaku yang akhirnya mengenal suaraku.
Aceh,20 juli 2026