Surat Menyurat Bersama Kegagalan
Karya: Diana Afifah SariDi atas meja yang sunyi dan berdebu,
kutulis sepucuk surat untukmu.
Hai kegagalan yang datang tak diundang,
berani sekali kau meruntuhkan menara mimpi yang lelah kubangun.
Bagaimana bisa kau tahu alamatku?
Masuk tanpa ketukan, merenggut dayaku.
Cita yang kubangun kini gugur seperti daun.
Dan kau duduk di sudut kamar, menatapku tanpa jemu.
Namun malam ini, kudengar bisikmu yang luluh,
datang bersama pekat malam dan angin yang mengaduh.
Kau bilang kau tak datang untuk mematahkan,
hanya menghentikan langkah yang salah arah.
Kini tintaku menyatu dengan air mata,
menandatangani damai atas segala kecewa.
Mimpiku telah mati dan menjadi sejarah,
Namun aku terlalu keras kepala untuk menyerah.
Kulipat surat ini, kusimpan dalam ingatan,
sebagai tanda sebuah akhir dari pertempuran.
Hari ini aku kalah, hancur tak tersisa,
namun esok akan kupungut lagi sisa-sisa jiwa.
Maninjau, 15 Juli 2026