Yunita Indriani - Peta yang Dilipat Waktu (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Yunita Indriani
Peta yang Dilipat Waktu
Dahulu,
aku adalah diam yang begitu riuh.
Dalam hening,
masa silam datang tanpa permisi,
menguak waktu
yang tak diberi kesempatan untuk diulang.
Dahulu,
aku ibarat kumbang kecil
yang tersesat mencari cahaya bulan.
Melintasi kabut yang enggan
menyingkap ujung jalan.
Luka sering kali kupinjam sebagai pijakan.
Nyatanya,
hidup bukan sekadar garis lurus yang mudah dibaca.
Ia seperti peta yang dilipat rapi.
menyimpan arah,
menyembunyikan belokan,
dan menuntut keberanian
untuk dibuka perlahan,
satu per satu.
Kini aku mengerti,
ada kelegaan dalam melepaskan
bukan karena kalah,
melainkan karena hati telah selesai berdamai.
Ruang batin terasa lapang,
saat aku berhenti menuntut
lebih dari yang mampu kupeluk.
Sebab suara langkah
tak selalu meninggalkan bunyi,
langit tak senantiasa biru.
Namun semesta seolah berbisik lirih
harapan akan pulang
dengan cara yang paling baik,
pada waktu yang paling tepat.
Pekalongan, 31 Januari 2026
Posting Komentar