Syafiqah Impian Menyulam Takdir Impian Menyulam Takdir Di balik sunyi malam, doa berbisik lembut, menyentuh cakrawala dengan benang harapan. Impian hadir sebagai sulaman cahaya, menyatukan retakan takdir menjadi lukisan indah. Setiap langkah adalah rajutan waktu, setiap harap adalah warna yang menanti. Doa menuntun, impian menguatkan, takdir pun luluh dalam keikhlasan. Seperti embun yang jatuh di pagi hari, impian menyalakan api keberanian. Dan doa, bagai pelita yang tak padam, menjadi jembatan menuju masa depan. Impian menyulam takdir, menjadikan hidup sebagai karya yang abadi. Makassar, 30 Januari 2026
Posting Komentar