Siti Maesaroh - Terimakasih yang ragu (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents
Siti Maesaroh Terimakasih yang ragu Gelap gulita langit subuh tanpa penerangan, napas sesak, penuh ketakutan, begitu benci terjebak dalam kegelapan. Rasa takut merembes ke pikiran, sepasang mata ini kerap terpejam, mencoba melupakan hal-hal buruk yang terasa pasti begitu mengerikan. Tanpa pengetahuan, tangan kasar yang sering kupikir akan mendorong justru meraihku dengan cara paling lembut hari ini, mengajarkan yang terbaik untuk bertahan, memberi hibur dan arahan. Jiwa kosong ini bingung, sepasang mata itu kini tak lagi terpejam, ia sekarang berkedip penuh pertimbangan. Tak kusangka aku mengalaminya— sesuatu yang kerap hanya kuangan-angankan yang tak kuharap kan menjadi kenyataan kini telah terwujudkan: kasih sayang yang tulus, penuh penghormatan dan kebahagiaan. Astambul, 27 Januari 2026

Posting Komentar