Salwa Salsabila - Menenun Senyap (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Salwa Salsabila
Menenun Senyap
Di antara derit pintu yang enggan tertutup dan harum tanah setelah hujan, aku menyimpan serpihan harapan yang belum sempat kusebutkan. Ia tidak megah, hanya serupa pijar lilin yang gemetar disudut kamar, mencoba melawan pekatnya keraguan.
Tuhan, tolong biarkan jemari kecilku tabah menenun waktu, mengubah lelah menjadi benang-benang doa yang halus. Aku tidak meminta sayap untuk terbang melampaui awan, cukup beri aku sepasang kaki yang kukuh untuk terus berjalan menuju cahaya itu.
Sebab bagiku, impian bukanlah teriakan di atas bukit, melainkan bisikan tulus di sepertiga malam yang meyakini bahwa esok selalu punya cara untuk mekar kembali. Di sinilah aku menunggu, dalam sabar yang puitis.
Bojonegoro, 31 Januari 2026
Posting Komentar