Salu Rahmadana Memahat Angin, Menabur Doa Doa bukan sekadar permohonan, mimpi bukan sekadar harapan. Bukan sekadar angin yang terbang di awan, tapi tekad baja diselimuti iman. Mentari pagi, kusiapkan diri, menyongsong hari, menggapai mimpi. Kusulam mimpi dengan ketekunan, agar ia tak sekadar menjadi angin. Malam menjadi saksi bisu, kepingan doa yang terus tertuju. Langkah kaki takkan terhenti, dan doa pun takkan pernah mati. Langkah takkan surut oleh batu sandungan, sebab impian lebih besar dari ketakutan. Kegagalan hanyalah jeda, bukan akhir cerita, jejak langkah akan selalu ada. Dengan rida-Mu, ya Ilahi, kuyakin impian terwujud suatu hari. Tanjung Balit, 31 Januari 2026
Posting Komentar