Salu Rahmadana - Memahat Angin, Menabur Doa (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents
Salu Rahmadana Memahat Angin, Menabur Doa ​Doa bukan sekadar permohonan, mimpi bukan sekadar harapan. Bukan sekadar angin yang terbang di awan, tapi tekad baja diselimuti iman. ​Mentari pagi, kusiapkan diri, menyongsong hari, menggapai mimpi. Kusulam mimpi dengan ketekunan, agar ia tak sekadar menjadi angin. ​Malam menjadi saksi bisu, kepingan doa yang terus tertuju. Langkah kaki takkan terhenti, dan doa pun takkan pernah mati. ​Langkah takkan surut oleh batu sandungan, sebab impian lebih besar dari ketakutan. Kegagalan hanyalah jeda, bukan akhir cerita, jejak langkah akan selalu ada. ​Dengan rida-Mu, ya Ilahi, kuyakin impian terwujud suatu hari. Tanjung Balit, 31 Januari 2026

Posting Komentar