Riskaninda Fidjri Maharani, S.H. - Lebah Pekerja (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents

Riskaninda Fidjri Maharani, S.H.

Lebah Pekerja


        Di ujung senja yang berarak jingga, kukenal malaikat bersayap. Tak seindah kupu-kupu dia, kepakannya nyaris senyap. Bukan capung bersayap ia, tingkahnya tampak tak sedap.

 Jangan, jangan kau raba ia! Ia tak suka diganggu jika tengah bekerja! Apalagi saat membangun istana untuk ratunya.

 Jangan, jangan kau usik dia! Dia tak memiliki waktu lama! Untuk mengabdi pada permaisurinya!


 Malaikat yang kausebut pecundang itu, mengabdi pada titah ratunya. Malaikat yang kaupikir penyengat itu, sayang padamu-Manusia.

 Kala dia korbankan hidup singkatnya, di pelataran jingga! Kala tujuh minggu napas terakhirnya, kaugunakan sebagai terapi pendukung leukimia.


        Ya, malaikat pekerja itu memberimu madu. Walau tak seindah kupu-kupu. Malaikat pekerja itu mengabdikan hidupnya untukmu. Agar hidupmu selama si ratu-penghasil madu.


Dedicated to: ZeinElburqy. Thank you for the love.


Cirebon, 29 Januari 2026.

Posting Komentar