Riska Putri Albarikhah - Puan Kedua: Litani Samudera di Belikat Petang (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Riska Putri Albarikhah
Puan Kedua: Litani Samudera di Belikat Petang
i.
Dari gigil peluk bapak,
kuserap baka keras kepala.
Aku, puan kedua yang tumbuh
dari denting sendok dan derap langkah yang terbaca.
Di balik alum tubuh yang kian enas,
aku merajut bahtera Nuh di atas tanah kering tak dianggap.
Menelan sesak tak bersuara,
mengampu sabar ala Ibrahim
saat tungku dunia menjilat martabat janabijana.
ii.
Kusaksikan rekam jejak mawar yang menari dalam badai;
ia dihujam pedang kata namun tetap mendoa hingga ujung hayat.
Aku gema dari kesetiaan itu.
Meski dikhianati,
tanganku tetap menebar wangi
tanpa butuh validasi bumantara.
Di dalam tas punggungku, tersisa satu bekal:
selembar telut sajadah.
Di sana, aku bersujud menjadi samudera;
luas, tenang,
dan selesai dengan diriku sendiri.
Mojokerto, 30 Januari 2026
Posting Komentar