Riska Moriska - Penerangan Jalan (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Riska Moriska
Penerangan Jalan
Kantuk tergambar diraut wajah sepertiga malam,
memohon ampun, meminta segenggam penerangan.
Jalan yang telah ditata bergerak perlahan,
walau dipenuhi lubang serta tanjakan,
tak semulus awan berarak.
Garis akhir yang belum tuntas
ku serahkan pada Tuhan.
Meski puluhan ribu doa dipanjatkan,
tak selalu lekas datang.
Dipertigaan jalan,
gema suara tangis berkumandang
kala arah jalan tak lagi sejalan.
Barangkali tertancap duri di kaki,
hingga ingin mengundurkan diri.
Namun,
binar di wajah orang tua terekam begitu indah.
Terselip namaku dalam pinta mereka pada sang Pencipta,
tak lelah demi sepeser rupiah
yang dikeruk dari tanah sawah,
mengorbankan api didalam dada,
Memberiku terang pada kesunyian malam
Perjalanan hampir tiba,
diiringi tangan menengadah
juga raga yang tak goyah.
Akan ku genggam cahaya pada waktunya
dan tak akan kubiarkan redup begitu saja.
Perbaungan, 30 Januari 2026
Posting Komentar