RIRIN DWI FEBRIANTI Doa yang Kusimpan di Dalam Dada Aku tidak membawa doa dengan suara lantang. Aku menyimpannya di dalam dada, bersama impian yang sering gemetar setiap kali dunia terasa terlalu keras. Aku pernah takut berharap, karena jatuh terlalu sering mengajarkanku arti menahan tangis. Namun setiap malam, aku tetap menyebut nama Tuhan dengan suara paling jujur yang kumiliki. Impian itu tidak selalu tampak indah, kadang hanya keinginan sederhana untuk kuat menjalani hari esok. Jika langkahku masih tertatih, aku percaya bukan doaku yang lemah, melainkan aku sedang dilatih sabar. Selama aku masih berani berdoa, aku tahu impianku tidak pernah benar-benar hilang. Cilacap, 29 Januari 2026
Posting Komentar