Razu Kurniawan Peta Tak Sampai Utara Dulu aku pikir hidup akan lurus, sekolah, kerja, berhasil, selesai. Seperti daftar rencana yang tinggal dicentang satu per satu. Nyatanya aku sering berhenti di tengah jalan, bukan karena lelah— tapi karena arahku tiba-tiba hilang tanpa pamit. Aku melakukan hal-hal yang dulu bilang "nggak mau", bertemu hari-hari biasa yang ternyata beratnya luar biasa. Kadang aku bertanya, "Ini aku yang salah, atau mimpiku yang terlalu jauh dari kenyataan?" Teman ku berjalan lebih cepat, sebagian sudah sampai, sementara aku masih belajar berdamai dengan terlambat. Tapi di antara kecewa yang datang pelan-pelan, aku masih bangun setiap pagi, masih mencoba, meski tidak dengan keyakinan yang sama. Hidupku mungkin tidak seperti yang kubayangkan, tapi aku tetap menjalaninya— pelan, ragu, dan sejauh ini tidak menang, tidak juga pulang, dan masih bertahan. SEI Rampah, 30 Januari 2026
6 komentar