Puji Amalia Putri - Jerit Insan dalam Doa (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Jerit Insan dalam Doa
Cahaya purnama menghampar cakrawala,
Menitis sunyi dalam hening tak bersuara.
Kupandang langit, jemari terkatup pasrah,
Menyebut Asma-Mu di relung jiwa yang luka.
Hidup adalah sabda yang retak makna,
Langkah terguncang, kehilangan arah.
Ia menjelma lorong panjang nestapa,
Tiada sandaran, tiada pijak bernama.
Aku melangkah di hamparan tanah gersang,
Debu kecewa melekat di setiap tapak.
Tersungkur tubuh, harap gemetar bimbang,
Jatuh berulang ke palung asa yang pekat.
Namun dari reruntuhan sunyi yang purba,
Kunaikkan harap setinggi bentang angkasa.
Sebab dalam doa panjang yang kulangitkan,
Tuhan tak pernah abai pada jerit insan.
Demak, 31 Januari 2026
Posting Komentar