Nur Zakia Farhana - Akar yang Tertinggal di Tanah Sunyi (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Nur Zakia Farhana
Akar yang Tertinggal di Tanah Sunyi
Aku lahir dari tanah retak dan napas kerbau lelah.
Matahari menempel keras di punggung hari-hari ayahku.
Ibu menanak harap dengan kayu yang ia gendong tanpa henti.
Aku memungut huruf dari buku pinjaman lusuh,
mencari-cari bagaimana...
Lapar menemaniku seperti anjing setia.
Tetapi pikiranku menggigit dunia lebih ganas.
Entah gerangan apa yang membuat hati ini tamak.
Aku berlari meninggalkan lumpur dan bayang desa.
Menukar sepi ladang dengan lampu kota yang bising.
Tahun memejamkan mataku pada kaca gedung tinggi.
Uang mengalir deras bagai sungai tanpa hulu.
Hingga malam menggugatku dengan suara jangkrik kenangan.
Menanyakan sawah, bau hujan, dan tawa yang kutinggalkan.
Apakah ini yang batinku hasratkan?
Di kesendirian ini aku tegak di dalam rapuh.
Berdiri sendirian memeluk bayangan masa kecilku.
Kekayaan tumbuh, bahagia luruh.
Bersama jejak langkahku pulang.
Tuban, 31 Januari 2026
Posting Komentar