Neysa Nur Aurelia - Singgasana Pelita (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Neysa Nur Aurelia
Singgasana Pelita
Kuas menari di atas kanvas
dengan pelan ia mengoles
Indah, tertata, sempurna
Sungguh mahakarya yang agung.
Namun rasanya kurang,
ia kembali menari di atas kanvas.
Buruk, buruk sekali
Ini karya paling cacat.
Aku terus mengulangi,
sampai tubuh ini kaku.
Ini, ini belum akhir,
lukisan indah ini harus terpajang.
Kram tanganku, bercucur peluhku,
hidungku berdarah pekat,
gelap pandangku, di mana pelitaku?
Ruangan ini gelap, sangat.
Karyaku. Harus ku selesaikan.
Hanya itu yang teringat.
Mana peduli dengan batasku
Aku ingin terus, terus melukis
Sampai terpajang, terkenang, terlihat.
Samarinda, 26 Januari 2025
Posting Komentar