Muhammad Yaris Firdaus Serpihan Asa Elegi rindu bertabir pada sendu Menatap sukma yang terjejal oleh fakta Tangis mana yang terjeda? Saat doa dipenuhi sejuta tanya. Raga bersimpuh pada jalan yang ditempuh Banyak langkah yang terekam jejaknya Semua hilang direnggut duka Pada malam yang tak mengizinkan bersua. Asa lahir pada kata yang terukir Menyerap harap pada ruang yang tercetak Lorong runtuh berserak tak beraturan Menjepit raga dengan kejam. Suara itu kerap kali menjerit Memohon ampun pada hidup yang mencekik Merobek asa yang menjelma Menjadi serpihan tak bernama. Jakarta, 28 Januari 2026
Posting Komentar