Muhammad Wildan Zuhdi - Doa yang Dirawat Waktu (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Muhammad Wildan Zuhdi
Doa yang Dirawat Waktu
Aku merajut doa dari serpih-serpih malam,
dari lengang yang menggigilkan keyakinan,
dari luka yang belajar menyebut sabar.
Doa itu kupendam di rongga dada,
tempat harap bersembunyi dari hiruk dunia,
menunggu waktu menyebut namanya sendiri.
Impian datang tidak membawa cahaya pesta,
ia hadir sebagai beban sunyi,
mengajariku setia pada proses panjang.
Kupanggul ia melewati hari-hari getir,
melewati ragu, jatuh, dan bangkit yang berulang,
hingga kakiku akrab dengan luka.
Tuhan, aku tidak meminta hidup dilunakkan,
cukup arah agar langkah tidak khianat.
Jika malam harus panjang kuterima,
jika siang harus pahit kupeluk.
Biarlah aku lambat sampai,
asal jiwaku tidak tercecer di jalan.
Sebab dari berjalan aku belajar mengerti,
bahwa doa dan impian adalah saudara,
yang tumbuh dewasa dalam kesabaran,
dan pulang sebagai makna.
Majalengka, 31 Januari 2026
Posting Komentar