Muhammad Rafiq Isra - Rantai Sunyi di Ruang Hampa (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Muhammad Rafiq Isra
Rantai Sunyi di Ruang Hampa
Aku dan pikiranku, dua jiwa yang terbelah,
antara akal yang kaku dan hati yang menjerit.
Diri sendiri seolah dalang, mempermainkan langkah,
dipaksa maju tanpa peta, tanpa garis tujuan yang jelas.
Banyak luka terajut tanpa alasan yang pasti,
melekat dan membekas, warisan masa lalu.
Ingin kuberteriak, mengoyak sunyi,
namun ada rantai dingin membelenggu di kalbu.
Otak terasa mati, terbungkam dan gelap,
sementara hati terkoyak, pedih tak bertepi.
Setiap langkah adalah lompatan ke jurang senyap,
membawa pada sesat yang kian mengimpit diri.
Lalu tibalah aku di batas ujung perjalanan,
semua rasa luruh, berganti hampa dan kosong.
Terperangkap dalam gelap, tanpa arah penantian,
merasa bagai boneka usang yang terbuang.
Jambi, 31 Januari 2026
4 komentar