Muhammad Mahish Muyassar attirmidzi - TUHAN... (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Muhammad Mahish Muyassar attirmidzi
TUHAN...
"Sudah malam…" salam rembulan,
melihat ia yang masih terjaga,
duduk rapuh, dibalut selimut mama,
bersama kecewa dan hati yang terluka.
"Kau ada apa?" bisik rembulan,
memandang ia yang tak berdaya,
samar terdengar pilu tangisnya,
membaur di antara hujan dan malam.
"Sudah pukul tiga," lirih rembulan,
mendapati ia tersungkur bersama air mata,
di sejadah lama yang sempat terlupa,
tertadah tangannya tanpa tenaga,
tertunduk lemah,
terdengar,
"Tuhan…"
bersama hujan dan malam,
bumi, langit, dan bintang-bintang,
dalam hangat cahaya yang tersisa,
rembulan pasrah bersamanya,
berserah dalam satu nama,
terucap,
"Tuhan…"
bangkit ia perlahan,
melipat sejadah basahnya,
menyimpan kemarin di dadanya,
dan berjalan menyambut pagi
apa adanya.
Bandung, 29 januari 2026
Posting Komentar