MUHAMMAD FIKRI FIRDAUSI - IMPIAN RAMADHAN DAN FANA TAKJUBNYA (OSN 3.3)
👁️ dibaca
MUHAMMAD FIKRI FIRDAUSI
IMPIAN RAMADHAN DAN FANA TAKJUBNYA
Ramadan tidak datang, ia menyingkirkan aku dari pusat diriku sendiri.
Siang mengikis nama, lapar melucuti kehendak, menyisakan ruang kosong tempat doa mulai tumbuh diam-diam.
Di rongga sunyi perutku, penyebutan-Mu bergetar tanpa huruf, impian yang belum menemukan cahaya.
Malam membuka rahasia, pintu batin yang hanya paham gelap dan air mata.
Tarawih berdiri, rakaat panjang menjatuhkan topeng, hingga punggung belajar tunduk tanpa diperintah.
Qiyām al-layl menarik jiwa ke batas ada dan tiada, tempat harap dan takut saling berpelukan.
Aku bukan lagi yang melafalkan, melainkan yang dilafalkan oleh kehendak-Mu.
Sujud kupanjangkan, dahi menyentuh bumi asal, dan impian tentang diri yang lebih bersih bergetar lirih.
Istighfar berputar, melepaskan aku dari klaim dan kesombongan.
Jika bulan ini pergi, biarkan retak sujud tinggal, agar doa menjadi langkah, dan hidup berjalan dalam cahaya-Mu.
Muara Teweh, 26 Januari 2026
Posting Komentar