MUHAMAD DANIEL Antara Harapan dan Tangisku Aku masih ingat apa yang menimpaku empat tahun lalu. Mulanya langit yang ku pandang berwarna biru, mendadak gelap diterpa hujan badai Badai yang begitu pekat menutupi cahaya Dalam usiaku yang masih sangat belia. Aku pernah diburu dalam celaan Lalu diikat dalam kesendirian Aku pernah kehilangan separuh jiwaku. Ketika tak ada lagi tempatku bernaung, dan tangisku kian mulai habis Aku menuangkan sisa air mata terakhirku. Kepada Tuhan, yang membukakan pintu-Nya Disaat tak ada siapapun yang membukakan pintu. Aku meluapkan sisa-sisa tangisku Kepada-Nya, yang dahulu mengeluarkan Nabi Yunus dari paus biru. Kepada-Nya, yang menyayangiku lebih dari kasih sayang Ibu Bapakku. Kini, langit yang ku pandangi kembali biru Aku sudah bisa kembali tersenyum. Semua ini karena kehadiran-Nya, yang senantiasa hadir dalam setiap harapan dan tangisku. Bogor, 19 Januari 2026
Posting Komentar