Maria Paulina Kewae Bolen - Doa Yang Menjadi Impian (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Maria Paulina Kewae Bolen
Doa Yang Menjadi Impian
Di tengah hening malam yang menyelimuti bumi,
aku berbisik doa dengan hati yang tulus murni,
tidak sekadar harapan yang mengambang kosong,
melainkan pijakan untuk impian yang tak akan pudar.
"Agar setiap tetes air mata yang mengalir memiliki makna,
agar setiap luka yang dalam bisa sembuh dengan cinta,
agar kebijaksanaan meresap di setiap hati pemimpin,
agar generasi muda menemukan jalan menuju masa depan yang cerah."
Doa itu perlahan mengakar dalam kedalaman jiwa,
menjadi impian yang membara seperti nyala unggun,
kubangun setiap hari dengan langkah yang tegas,
menebarkan benih harapan di setiap sudut yang tersentuh tangan.
Sekarang doa bukan lagi hanya permohonan kepada langit,
melainkan impian yang kujadikan tujuan hidup yang abadi.
Surabaya, 31 Januari 2026
Posting Komentar