Maria Eltari Kurnia - Kepingan Harapan (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents

Maria Eltari Kurnia

Kepingan Harapan


Jejak langkah yang mengikuti arus kehidupan. 

Berharap fajar tersesat ke langkahku.

Ingin sang kehidupan merangkul, 

walau hanya seutas sapaan hangat.


Angin malam tinggal lebih lama di dadaku,

ketika ruangku dibungkam.

Kaki terjerat oleh duri yang tajam.

Rasa hampa tumbuh seperti buku kosong, menelan jiwa yang berharap. 


Takdir seolah menelan dukaku,

menghapus tawa yang menggebu,

menoreh tinta hitam dilembaran lalu,

bagaikan sampul yang tidak berisi


Lalu aku bertanya pada semesta,

 ""kenapa kau meninggalku di ruang sunyi?""

Seakan jiwa tanpa harga. 

Malam menjadi hambar setelah merenggut ketenangku.

Senyumku lupa cara pulang.


Kususun serpihan yang lalu dengan seutas benang yang tak berujung.

Dengan harapan semesta masih memberiku sedikit ruang untuk menyimpan tawa.

Menyimpan kenangan yang lalu dengan lembaran yang baru.

Di antara serpihan, akhirnya benang itu kutarik dengan senyum yang perlahan pulang.


Ruteng, 31 Januari 2026

2 komentar

Tanti melati 5 Februari 2026 pukul 19.00 Delete
Puisi ini sangat menyentuh hati. Kepingan Harapan ❤
Paskalis Jumara Jabung 5 Februari 2026 pukul 21.18 Delete
Kadangkala kita hanya membutuhkan ruang untuk bercerita. Yang dipandang sebagai hal yang sepele bagi orang lain. Tetapi itu sangat berarti bagi kita.